December 12th, 2006 by bhirawa
Continued from part I
Keterlibatannya dalam organisasi kemwasiswaan level Eropa membuat Paijan semakin banyak jaringan terutama perkumpulan mahasiswa Eropa. Sayang kesibukan dia di dalam organisasi kemahasiswaan sangat mengganggu kuliahnya. Sampai dia harus angkat kaki dari Jerman. Kebetulan ada teman di Belanda yang sudah menikah dengan dengan gadis Belanda dan sudah mempunyai anak. Paijan harus berpikir keras supaya bertahan di Eropa. Pulang ke Indonesia bukan pilihan bagi dia. Akhirnya temennya di Belanda, sebut saja namanya Joni memberikan jalan keluar yang brilian. Joni memperkenalkan iparnya ke Paijan dengan harapan ada klik diantara mereka dan dengan begitu Paijan dapet menjalin hubungan dan tinggal di Belanda. Entah gayung bersambut atau karena kepepet, akhirnnya Paijan menjalin hubungan dengan sebut saja namanya Manon. Hubungan mereka cukup serius akhirnya sampai pada tahap tinggal bersama. Manon akhirnya menjamin Paijan untuk bisa tinggal di Belanda. Tinggalah Paijan di Belanda dan " Aufwiedersehen" Deutschland. Setelah beberapa saat tinggal di Belanda bersama Manon, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah. Paijan kemudian mulai sekolah lagi di Hogeschool Nijmegen. Cukup berat rasanya harus pindah ke negara lain yang berbeda bahasa walau sebetulnya tidak berat sekali karena bahasa Belanda masih satu rumpun dengan bahasa Jerman. Untuk bisa mengikuti kuliah Paijan bekerja keras mengerti bahasa Belanda. Siang kuliah malam belajar bahasa. Keuletannya memeang harus di puji, dengan usaha kerasnya akhirnya Paijan berhasil menyelesaikan kuliahnya. Pendek cerita Paijan kemudian mendapatkan pekerjaan di Laboratorium Pertanian di salah satu universitas di daerah Nijmegen. Bidangnya Elektro sangat mendukung untuk pekerjaannya di laboratorium. Dengan bersepeda ke kantor dari rumahnya yang lumayan jauh dilakukannya demi bertahan hidup dan tidak bergantung kepada Manon. Setahun bekerja akhirnya pasanagan Paijan dan Manon dikaruniai seorang putri cantik sebut namanya Julie. Semakin bahagia suasana keluarga mereka. Pekerjaan lancar, hubungan keluarga baik dan dikaruniai seorang putri yang cantik. Setelah tiga tahun bekerja di laboratorium, Paijan merasa perlu mencari pekerjaan lain yang lebih bagus. Kebetulan di daerah Nijmegen ada lowongan posisi staff untuk perusahaan Telekom pemerintah. Setelahmelewati beberapa interview, Paijan akhirnya diterima di perusahaan tersebut. Menjadi karyawan perusahaan Telekom terbesar di Belanda adalah peningkatan image bagi dia dan keluarga. Kini semakin mengkilap kondisi keluarga mereka.
Pendek cerita, setealh beberapa tahun bekerja dan berganti ganti departemen, Paijan akhirnya di usulkan masuk dalam program manajemen perusahaan karena prestasinya yang bagus. Semakin mengkilap karirnya di perusahaan, akhirnya dia diangkat untuk mengurusi proyek proyek besar di luar Belanda. Kerinduannya untuk melanglang buana di jagad ini terpenuhi, hasratnya untuk menjelajah dunia tersalurkan. Sampai pada akhirnya dia mendapatkan proyek yang berhubungan dengan Indonesia. Dia cukup berambisi untuk bisa dikirim ke Indonesia sebagai wakil dari perusahaan Belanda. Namun, usahanya terjegal di tengah jalan karena banyak orang yang berebutan untuk mendapatkan posisi di Indonesia tersebut. Tersingkirlah dia dan hanya di gunakan oleh perusahaan untuk menjamu tamu tamu dari Indonesia yang training di Belanda. Itupun sebetulnya cukup menghibur namun belum cukup memuaskan ambisinya. Sampai akhirnya karirnya sempat diujung tanduk dan di buang untuk mengurusi training. Jarak yang jauh antara rumah dan tempat kerja serta jarang sekali berada di Belanda membuat hubungannya dengan Istrinya semakin renggang ditambah pula adanya affair dengan seseorang gadis di Indonesia membuat keadaan keluarganya lambat laun merenggang. Namun Paijan tetap berusahan memberikan yang terbaik buat Julie baik dari segi materi maupun rohani. Paijan berusaha kembali untuk membangun karirnya, dengan keuletannya dia akhirnya bisa kembali ke jalur yang cukup bagus. Dia diangkat menjadi project manager untuk deal deal yang berada di luar Belanda semenjak itu dia bergabung dengan divisi international perusahaan tempat dia bekerja. Hampir di pastikan hanya weekend dia berada di Belanda selebihnya berada di Eropa timur atau di negara Asia. Walaupun banyak bepergian, namun hubungan Paijan dengan gadis INdonesia sebut saja namanya Anie masih berlanjut. Sampai beberapa kali liburan ke Indonesia berdua dengan Julie, Paijan memperkenalkan Anie kepada Julie. Hubungan Julie dan Anie cukup akrab. Entah bagaimana cerita Paijan ke Anie sampai Anie bisa menerima Paijan dalam hidupnya. Mungkin Paijan berbohong bahwa dia telah cerai dengan istrinya atau gimana hanya dia dan Anie yang tahu. Namun hubungan mereka tidak bisa beranjak dari sekedar teman tapi mesra karena faktor perbedaan agama. Paijan di satu sisi Atheis dan Anie di lain sisi sangat fanatik dengan agamanya. Karir Paijan semakin menjulang sampai dia dikirim untuk proyek merger di Eropa Timur dan perbaikan kondisi perusahaan di salah satu cabang perusahaannya di negara tetangga Belanda. Namun musibah akhirnya menimpa dia karena divisi international dibubarkan. Karyawan di suruh memilih antara tinggal dan di salurkan ke bagian lain dan harus menerima posisi yang ada atau di beri pesangon dan pergi ke perusahaan lain. Paijan berpikir bahwa tinggal di perusahaan berarti penurunan karir. Akhirnya dia memutuskan untuk dapet pesangon. Singkat cerita akhirnya Paijan memutuskan untuk membuka perusahaan sendiri. Dengan bekal business plan dia yakin akan bisa mandiri dengan perusahaannya.
To be continued
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
July 11th, 2006 by bhirawa
Nama aslinya Paijan, ya..paijan satu kata saja. Bapaknya dulu seorang tokoh partai jaman Soekarno masih jadi presiden. Termasuk golongan terpandang karena pemimpin salah satu media partai. Namanya ditambahi Gendhel karena anunya bengkak setelah di sunat di bogem. Sejak itu dipanggil Paijan Gendhel. Sebagai anak tokoh terpandang, Paijan selalu dimanjakan dengan rumah besar, pembantu dan juga sekolah yang ekslusif. Sejak SD sampai SMP selalu sekolah di sekolah elite bahkan ada guru privat yang datang ke rumah. Walaupun begitu Paijan bukanlah anak yang bodoh. Cukup cerdas untuk ukuran anak orang terpandang. Juara kelas adalah langganan dan kesukaannya membaca buku sangat banyak membantu kecerdasan dan wawasannya. Paijan sangat berbakat belajar bahasa, dia sudah bisa berbicara beberapa bahasa asing sebut saja bahasa Inggris, Prancis dan Jerman.Walaupun tinggal dan besar di Jakarta, Paijan tidak kehilangan logat jawanya karena memang di dalam keluarga, bahasa Jawa masih dipergunakan sebagai bahasa komunikasi.
Malang datang dan tidak bisa ditampik, sejak peristiwa pembersihan semua yang berhubungan dengan PKI,Media yang dipimpin bapaknya dilikuidasi dan bapaknya dikirim ke Pulau Buru. Paijan dan keluarganya kemudian mengungsi ke Semarang, dengan hidup jauh dari gelimang kemewahan semasa jaya bapaknya. Beberapa bulan setelah pindah ke semarang, keluarganya cerai berai tidak karuan, akhirnya dia memutusakan untuk balik ke Jakarta ikut saudara. Di jakarta, Paijan tidak mau menjadi beban keluarga saudaranya. Akhirnya dia memutuskan untuk sekolah sambil bekerja. Pulang sekolah, paijan bekerja di tempat hiburan sebutlah rumah para wanita penghibur lelaki hidung belang. Tiga bulan bekerja di tempat hiburan, Paijan akhirnya dekat dengan salah satu bunga tempat hiburan. Waktu berjalan, hubungan mereka semakin erat. Paijan jarang pulang ke rumah saudaranya dan menginap di tempat bunga tempat hiburan, sebut saja namanya Tina.Hubungannya dengan Tina membuat semakin tidak jelas sekolah si Paijan. Ibunya menjadi sangat kawatir dengan kondisi tersebut. Akhirnya Paijan dipindah balik ke Semarang dan masuk ke sekolah kejuruan. Karena kecewa dengan kepindahannya Paijan sekolah hanya sebagai syarat. Walau tidak pernah belajar, Paijan lulus STM dengan nilai yang sangatlah mepet. Lulus STM, Paijan balik ke jakarta mencari kerja. Kawatir akan terulangnya kejadian beberapa tahun sebelumnya, ibu Paijan menghubungi adik iparnya di Jerman. Oom si Paijan ini termasuk orang sukses. Setelah lulus SMA beliau meneruskan sekolah di Jerman dan akhirnya bekerja di pelelangan tembakau di Bremen dan menikah dengan orang Jerman keturunan Polandia. sebut saja namanya Oom handoyo dan istrinya tante Alia. Oom Handoyo setuju untuk menampung Paijan selama di Jerman. Walaupun pernah bisa berbahasa Jerman, Paijan sudah bertahun2x tidak pernah berbicara. Akhirnya dia harus masuk ke Student Kollieg sambil belajar bahasa.
Setahun berlalu Paijan lulus student kolliege dan harus mendaftar ke universitas. Bingung memilih jurusan, Paijan akhirnya memutuskan memilih yang antrian formulirnya paling pendek. Jurusan Matematika. Karena peminatnya tidak terlalu banyak Paijan melenggang dan kuliah di jurusan matematika. Mungkin karena bukan jurusan yang dia sukai atau memang otaknya sudah mulai tumpul, Paijan berat sekali menghadapi kuliahnya. Sebagai kompensasi dia akhirnya banyak aktif di perkumpulan mahasiswa Indonesia. Levelnya bukan cuman Kota atau negara Jerman saja tetapi sampai International. Keterlibatannya dalam perkumpulan membuat dia banyak teman dari banyak negara terutama Belanda.
To be continued
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 7th, 2006 by bhirawa
Sabtu pagi 27 May 2006, kira kira jam 05.30 waktu eropa tengah aku terbangun dengan tiba tiba, entah kenapa reflek aku lihat XDA ku ..wah tumben amat ada 20 SMS inbox. Aku buka salah satu sms Waaaaaa….pertanyaan ..gimana kabar keluarga di Klaten ….wah penasaran kubuka sms kedua dan ketiga…wah isinya mirip, dan semua bilang ada gempa di yogya dan klaten banyak yang meninggal. Langsung aku bangun dari tempat tidur telpon ke Klaten …lama banget gak nyambung2x tambah khawatir aku. Akhirnya terdengar suara bapak diseberang sana. Walau masih agak putus2x dan tidak terlalu jelas, namun beliau konfirmasi bahwa keadaan rumah aman dan tidak ada cedera atau korban di rumah. Aku tutup telepon dengan janji akan menelepon lagi karena harus mengecek keadaan keluarga yang lain.
Aku balik ke kamar tidur dan bergumul dengan bantal dan selimut lagi. Jam 11 Waktu Eropa tengah aku telpon lagi, kali ini cukup jelas suara bapak di seberang sana. Cerita lengkap kejadian pagi itu di rumah. Gempa yang menurut Bapak tergolong lama dan cukup besar 5.9 Skala richter. Pagi itu Bapak seperti biasa Jam 5 sudah bangun dan siap siap untuk jalan2x pagi, ibu sudah bangun juga dan memasak air di halaman belakang rumah. Begitu kejadian jam 5.56 bapak yang sedang gosok gigi setelah selesai mandi langsung lari ke halaman belakang sambil teriak LIndu..LIndu. Tujuh menit lamanya goyangan gempa terjadi. Setelah kejadian Bapak masih tertegun diluar dihalaman belakang kurang lebih setengah jam dengan hanya memakai celana dalam.
Singkat cerita aku lalu bertanya tanya keadaan keluarga. Yang sudah memberi kabar adalah Budheku yang tinggal di Desa Towangsang , Dukuh TItang, Kecamatan Wedi. Beliau dibawa ke rumah sakit karena kejatuhan tembok tetangga ketika kembali dari membeli sayuran di rumah tetangga. Rumah beliau masih berdiri namun bagian belakang rubuh dan beberapa lokasi retak 2x. Sehingga seluruh keluarga diungsikan ke rumahku dan menempati rumah Utara yang kosong. Budheku yang lain di daerah cawas, rumahnya mengalami kerusakan yang lumayan parah sehingga diungsikan ke rumah putranya di Solo, Nenekku yang tinggal di Danguran selamat dari gempa karena dari pagi sudah ke sawah, walapun rumah beliau roboh dan akhirnya diungsikan ke rumah oom yang tidak jauh dari rumah beliau.
Hari hari berlalu dan pendataan korban dari keluargaku semaki jelas, ada 5 kepala keluarga ( oom dan tante) kehilangan rumah dan terpaksa diungsikan ke rumah anak anaknya yang tidak terkena akibat gempa dan sebagian diungsikan ke rumahku. Aku terus terang bersyukur tidak ada korban jiwa di keluargaku. Walaupun masih cemas dengan keadaan Eyang di Imogiri. Sampai detik ini menjelang hari ke 14 pasca gempa masih belum jelas keberadaan eyang Imogiri.
Menurut data yang sudah terinventarisasi, jumlah orang meninggal di Bantul dan DIY secara keseluruhan lebih banyak dari Klaten/Jawa tengah tetapi justru jumlah rumah yang roboh lebih banyak di Klaten/Jawa tengah. Ada semacam fenomena yang aneh karena perbedaaan budaya. Di Klaten/Jawa tengah terutama di daerah yang terkena gempa, kebiasaan hidup mereka adalah bangun pagi dan berangkat kerja, entah ke sawah atau ke pasar atau ke tempat kerja lain. Sewaktu gempa terjadi kebanyakan dari mereka selamat karena berada di luar rumah untuk menjalankan tugas. Sedangkan di Bantul mungkin punya kebiasaan yang berbeda bangun lebih siang karena mungkin rata2x pegawai di kantor atau banyak anak sekolah.
Yogyakarta dan Jawa Tengah Menangis…Tuhan lihatlah umatmu yang menderita,berilah kekuatan kepada mereka untuk bangkit kembali dan memuliakan NamaMu.
Posted in Current Affairs | 3 Comments »
May 11th, 2006 by bhirawa
Guys,
I don’t know what happens to me but recently I like to collect all quotes from different places. It’s amazing that some quotes have things that smash your mind and require us to think and digest them think about them and see how they will affect your life
To the mind, God is a perfect criminal. He has done such a perfect crime by creating this world that mind cannot trace how He did it. That is why the mind always freaks out about God
Evil is unspectacular and always human,
And shares our bed and eats at our own table.
W H Auden
Unfortunately, the balance of nature decrees that a super-abundance of dreams is paid for by a growing potential for nightmares.
Peter Ustinov
Ideologies separate us. Dreams and anguish bring us together.
Eugene Ionesco
…when you have eliminated the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth.
Sherlock Holmes
The belief in a supernatural source of evil is not necessary; men alone are quite capable of every wickedness.
Jospeh Conrad
When love is in excess it brings a man no honor nor worthiness.
Euripides
Don’t bother just to be better than your contemporaries or predecessors. Try to be better than yourself.
William Failkner
Birds sing after a storm; why shouldn’t people feel as free to delight in whatever sunlight remains to them?
Rose Kennedy
Posted in Culture | No Comments »
May 9th, 2006 by bhirawa
Have you ever imagined about things that happen not only once in your life time ? I tell you there is nothing happens once in this universe. Infinity goes both directions. There is no unique event on single moment.
Think about it !!! I will ensure you that things can happen more than once in this universe. Everybody gets a chance to go through similar events not only once but more than that in different life’s timeframe.
Posted in Honesty | No Comments »
December 12th, 2005 by bhirawa
As usual every year early december people are in rush doing Christmas shopping. Some colleagues in the office ask me if I have done the Christmas shopping. I reply them always with a classic answer " I am not into that tradition" at least there is such a tradition in my family. Normally we just go to the Church on the Christmas eve and rest at home on the Christmas day. It’s quite extraordinary in my family since my big family consists of people with different religions. Every year we exchange visit, depend on the religion holidays. My little family always takes a round visit during Ied hoidays and during Christmas we have a lot of visitors. That’s we feel that life is so colourful with differences.
So I have missed twice Christmas with family and this year it’s gonna be home alone again during Christmas. The plan is to visit my cousin who just got a baby boy.However, if there is a more interesting to do I wouldn’t mind to take a rain check for my cousin.
I can hear everywhere I go the sound of jingle bells rock :
Jingle bell, jingle bell
Jingle bell rock
Jingle bell swing
And jingle
bells ring
Snowin’ and blowin’
Up bushels of fun
Now the jingle hop has
begun
Jingle bell, jingle bell
Jingle bell rock
Jingle bells chime
in
Jingle bell time
Dancin’ and prancin’
In jingle bell square
In
the frosty air
What a bright time
It’s the right time
To rock the
night away
Jingle bell, time
Is a swell time
To go glidin’ in a
one
horse sleigh
Giddy-up, jingle horse
Pick up your feet
Jingle around
the clock
Mix and mingle
In a jinglin’ beat
That’s the jingle bell
rock
What a bright time
It’s the right time
To rock the night
away
Jingle bell, time
Is a swell time
To go glidin’ in a
one horse
sleigh
(one horse sleigh)
Jingle bell, jingle bell
Jingle bell
rock
Jingle bell swing
And jingle bells ring
Snowin’ and blowin’
Up
bushels of fun
Now the jingle hop has begun
Giddy-up, jingle
horse
Pick up your feet
Jingle around the clock
Mix and mingle
In a
jinglin’ beat
That’s the jingle bell rock
Are you ready for Christmas ? Is your heart ready to receive the birth of our saviour. Thy come to the earth be the same as human to save us from the sin.
Posted in Religion | No Comments »
December 12th, 2005 by bhirawa
I can only see black and and white never shades of gray, because my eyes don’t work that way.
I can’t imagine fantasies they never cross my mind. This could be why I’m
lonely time to time
Maybe only you can reach me now. Can you teach me how to dream ? Help me make a wish and if a wish for you would you make my wish come true ? I am stranger here, stranger as it may seem.
You lift me up every single day I never dreamed that I could feel this way. When I’m
down I know where I’m gonna turn I’ve got so much to learn
when I turn out the lights I turn to you for my inspiration.As long as
we’re together you and me
We’re gonna dream forever.
Teach me how to dream
Posted in Current Affairs | No Comments »
November 19th, 2005 by bhirawa
Tadinya gue pikir mau jalan jalan ke centrum seperti biasa udah kangen sama namanya guiness cuman koq dingin banget yah hmmm dipikir pikir wasting time and money juga kalau ke sana apalagi temen gue yang ngajakin keluar gak bisa karena masih dalam situasi berkabung nasional( Negaranya gak lolos ke Piala DUnia 2006). I rang him and just assure that he was allright. Apprently he was. So He said that he wasn’t really into the pub tonight. What we’ve planned for a week to visit our barmaid screwed. Anyway. Here I am home alone. Thank God I got a lot of movies to watch from Threshold, Without a trace, Smallville, Reunion, One tree Hill, the Surface, Supra Natural and The O.C. I just got new episode for each of them. In addition, I got four brothers and hooligans….cool movie night.
Posted in Uncategorized | No Comments »
November 16th, 2005 by bhirawa
A classic question indeed, what is true love ?
Everybody has his own definition on true love.
From religious perspective you can say :
Love is patient and kind; love is not jealous or boastful; it is not
arrogant or rude. Love does not insist on its own way; it is not
irritable or resentful; it does not rejoice at wrong, but rejoices in
the right. Love bears all things; believes all things; hopes all
things; endures all things.
See Corithians 1
Someone quotes :
True love is the process of
extending yourself to others. The
world’s love is the process of selfishly extracting the things from others it
believes will make it happy. Degrees of love are based on different levels of
giving yourself to others within the proper boundaries. Degrees of love are not based on different
levels of intense emotion. The world
believes that one can “fall in love”
But honestly, I like this one
True love is your soul’s recognition of its counterpoint in another.
It’s a little cheesy but I like it.
guess what I read it on a bumper sticker
Posted in Uncategorized | No Comments »
November 11th, 2005 by bhirawa
Kamis, 10 Nopeber 2005. Chaos di Belanda ..jalanan semua macet, tidak seperti biasa di jalan arah aku pulang ( Fokkerweg) biasanya sepi jam 19.00, tapi hari itu macet dan merayap. here we go again, Holland in the rain pasthi macet gak tahu kenapa mungkin orang pada takut jalan kencang. Pagi hari sebelumnya jalanan macet karena ada kecelakaan sepeda motor dan truck. Again, bukan kecelakaannya yang bikin macet tapi orang2x jalan pelan2x karena melihat kecelakaan.
Karena melihat antrian panjang aku putuskan untuk lewat Amsterdamse bos. Lewat wood emang betul2x gelap dan gak ada lampu. Sesampai di Amstelveen naik lagi ke Snelweg ( highway). Tetep saja macet ..memang jatahnya mungkin kalau hari itu harus macet. karena melihat macet padahal ke rumah tinggal dua keluaran saja akhirnya aku putuskan ke arah keluaran Sloten. Kelihatannya lancar - lancar saja..tapi begitu turun ya ampun ada tabrakan beruntun kali 7 mobil sekaligus dan alhasil harus nunggu 15 menit sampai minggir semua. Uuurghhhhh, udah kacau lalu lintas, polisi malah nambah kacau …gak ngerti Polisi Belanda bukannya memperlancar tapi malah memperlambat …dodol. Pokoknya chaos deh hari itu di Amsterdam untung gak seperti di Prancis
Posted in Uncategorized | No Comments »